Bantah Tuduhan Tidak Menafkahi dr Iman Sebut Tinggalkan Rumah Karena Diusir Mertua

Medan-Kepala Bidang KB pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, dr Iman Surya membantah semua tudingan terhadap dirinya. Bantahan itu disampaikannya saat sidang lanjutan atas perkara yang menjeratnya yang digelar di ruang Cakra 6 Pengadilan (PN) Medan, Senin (13/1).

Dengan tenang, dr Iman menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan, Nurhayati Ulfiah . Dijelaskannya, dirinya meninggalkan rumah pada Desember 2015, karena diusir oleh ibu mertuanya. Akibatnya, dr Iman terpaksa tinggal di kost-kostan dan akhirnya mengontrak rumah di kawasan Kecamatan Medan Johor.

" Saya minta isteri ikut dengan saya. Tapi isteri saya tidak mau. Bahkan pada bulan Juni 2016, anak-anak saya disuruh pergi dari rumah itu dan akhirnya tinggal sama saya, " ungkap dr Iman.

Sejak saat itu diakui dr Iman dirinya tidak lagi memberi nafkah pada isterinya. Hal itu disebutnya dikarenakan 3 orang anak telah tinggal bersamanya. Selain itu, dia menyebut isterinya juga tidak pernah lagi meminta nafkah pada dirinya, sehingga dia juga sampai mengirimkan sms pada isterinya berisikan bahwa dirinya telah melepas kewajiban isterinya kepadanya, dengan tujuam agar isteri tidak berdosa.

" Karena saya seorang PNS, maka pada Januari 2018, saya ajukan persetujuan cerai ke atasan saya. Sejak saat itulah, dia mulai ribut dan menuntut semuanya. Bahkan, dia melaporkan saya ke atasan, hingga diproses di Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Medan, " sambungnya.

Setelah melalui berbagai proses, dr Iman mengaku mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Atas gugatannya itu, dikatakannya diputuskan kalau dirinya harus membayar nafkah yang selama ini tidak diberikan serta harus membayar uang lainnya yang ditotal sekitar Rp63 juta. Namun, disebutnya pihak isterinya mengajukan banding atas putusan itu.

" Perkara ini juga sedang di Pengadilan Agama. Jadi saya menunggu berapa jumlah yang harus saya bayar, " ungkap dr Iman melanjutkan.

Disinggung apakah isterinya pernah meminta balik dengannya, diakui dr Iman pernah. Namun, dikatakannya saat itu dirinya telah memutuskan untuk bercerai mengingat isterinya yang berulang kali diajaknya untuk tinggal bersamanya, tak kunjung mau. Oleh karena itu, dengan tegas dr Iman mengaku menolak saat isterinya meminta untuk tinggal bersama dengannya.

Ditanya apakah selama pernikahannya pernah cekcok, dr Iman mengaku sering bertengkar dengan isterinya. Disebutnya, hal itu karena kebiasaan isterinya yang merokok dan dugem. Sementara ketika ditanya soal perselingkuhan yang juga dituduhkan isterinya kepadanya, dengan tegas dr Iman membantahnya.

Setelah mendengarkan keterangan dr Iman sebagai terdakwa, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik kembali menunda sidang. Disebutkan Erintuah sembari menutup sidang, persidangan yang mendakwa dr Iman Surya dengan pasal 44 huruf (a) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 itu, kembali dilanjutkan pada 21 Januari 2020 dengan agenda pembacaan tuntutan.

Sementara itu, usai persidangan, Ismail SH dan Erry Afrizal SH selaku kuasa hukum dr Iman Surya menyatakan bahwa keterangan dr Iman Surya di persidangan benar apa adanya. 

" Kita tetap menunggu putusan banding di Pengadilan Agama dan kita hormati itu, karna belum inkrah. Dan tentang dia meninggalkan rumah, itu karna memang dia di usir mertuanya dari rumah," tandas Ismail. (ain

;